9 Restoran Aneh, Unik, dan Menyeramkan

Posted: September 29, 2011 in Uncategorized

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Hello readers!

9. Dans le Noir

Dans le Noir, dalam bahasa Perancis artinya “dalam gelap”. Sesuai dengan artinya, di dalam restoran yang berlokasi di Moskow, London, dan Paris ini, semuanya gelap sehingga kita tidak bisa melihat apa-apa.

Saat masuk ke dalam restoran, kita akan disuruh untuk menaruh handphone atau benda lain yang memancarkan cahaya ke dalam loker. Setelah itu, akan disodorkan menu yang kita tidak dapat membacanya karena gelap sehingga kita pun tidak tahu makanan apa yang dipesan.

Di dalam restoran ini, kita tidak bisa melihat siapa yang makan di sebelah kita. Bukan mata yang dimanjakan di tempat ini, tapi suasana seperti itu memaksa kita untuk lebih banyak berbicara.

 

8. Dick’s Last Resort

Dick’s Last Resort adalah sebuah bar kecil dari waralaba resto di Amerika. Restoran ini terkenal karena pelayannya yang menjengkelkan dan dekorasi yang vulgar. Tidak seperti biasa, di atas meja makan, tidak disediakan taplak meja atau alas. Meja makannya pun digunakan meja piknik yang sederhana.

Awal mula restoran ini dibuat karena pemiliknya mengalami kebangkrutan saat menjalankan restoran berskala besar. Daripada terus-terusan membuat restoran kelas atas, lalu dibuatlah restoran yang asal-asalan ini.

Setiap pengunjung diharuskan untuk memakai kain alas badan dan topi kertas yang memanjang ke atas selama berada di restoran ini. Hal yang menyebalkan adalah, makanan yang kita pesan akan diberikan dengan cara dilemparkan ke atas meja.

 

7. Eternity Restaurant

Restoran peti mati ini didirikan oleh seorang pekerja rumah duka di Truskavets, Polandia. Diharapkan oleh pemiliknya, Eternity Restaurant bisa menjadi peti mati terbesar di dunia dan menarik wisatawan berkunjung ke daerah yang kaya akan air bermineral ini.

Sebelum memesan menu, para pengunjung bisa melihat berbagai perlengkapan pemakaman. Nama menu juga cukup aneh, ada Salad 9 Hari, Salad 40 Hari, atau Mari Kita Bertemu di Surga. Di setiap meja, ditaruh 1 lilin yang membuat suasana bertambah seram.

 

6. Dinner in the Sky

Bila bosan makan di restoran dengan dinding di sekeliling kita dan atap, atau lantai, restoran ini mungkin bisa menjadi pilihan. Pengunjungnya akan disajikan sensasi bersantap di atas langit, tepatnya mengambang di udara.

Sebuah meja besar lengkap dengan kursinya digantung di udara menggunakan crane. Kedengarannya memang gila, tapi restoran ini memang sengaja dibuat untuk mereka yang ingin merasakan sensasi makan di ketinggian dan suasana ekstrim saat makan.

Meskipun ada di Belgia dan Paris, tapi restoran ini bisa berpindah-pindah ke mana pun. Rencananya, resto ini akan dibuka di New York dan Niagara Falls.

 

5. Hobbit House

Resto yang berlokasi di daerah Malate, Manila ini dikelola sepenuhnya oleh orang-orang cebol. Sehingga menjadikan Hobbit House sebagai satu-satunya resto di dunia di mana pemilik dan pelayannya adalah orang-orang cebol.

 

4. Christian Cafe

Di Jepang, mereka membuat sebuah restoran denga tema agama Kristen. Di dalamnya, terdapat banyak ornamen atau simbol agama dan patung-patung seperti halnya di dalam gereja. Sehingga secara tidak disengaja, meski berada di dalam restoran, kita akan berprilaku layaknya sedang berada di rumah ibadah.

 

3. New Lucky

New Lucky yang berada di Ahmadabad, India ini, terkenal dengan teh susu, roti mentega, dan kuburan di dalamnya. Ya, resto ini dibangun di atas kuburan yang usianya sudah hampir 4 abad. Setiap kuburan sudah disemen dan dipagari agar terlihat rapih. Kuburan-kuburan tersebut tersebar secara acak di dalam restoran dan diberikan bunga setiap harinya.

 

2. Hitlers Cross

Hitlers Cross adalah sebuah kafe di India lengkap dengan logo swastika yang dikenal sebagai simbol penguasa Jerman tempo dulu, Hitler. Oleh pemiliknya, nama tersebut diambil dengan alasan agar lebih menarik. “Hitler adalah nama yang menarik. Semua orang tahu siapa Hitler,” kata pemiliknya.

Namun, karena ada tekanan dari diplomat Jerman dan Israel serta Komunitas Yahudi India, kafe tersebut berganti nama menjadi The Cross.

 

1. Nyotaimori Restaurant

Di Jepang ada banyak restoran seperti Nyotaimori yang menyajikan makanan di atas tubuh manusia, biasanya telanjang. Sebelumnya, orang yang menjadi alas makan, dilatih untuk berbaring selama berjam-jam tanpa bergerak dan harus mampu menahan kontak dengan makanan dingin.

Semua rambut, termasuk rambut kemaluan harus dicukur dan mereka diharuskan untuk mandi dengan sabun khusus. Setelah itu, akan diberikan percikan air dingin buat penyajian sushi.

 

*courtesy of http://blog.outlet.co.id

 

Semoga bermanfaat!

Goodbye readers!

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s